Pemenang Lomba HUT SMA Negeri 2 Batang

Pemenang Lomba HUT SMA Negeri 2 Batang

Penerimaan Siswa Baru T/A 2016/2017

Penerimaan Siswa Baru T/A 2016/2017

Jalan Sehat dalam rangka HUT Kemerdekaan Indonesia ke 71

Jalan Sehat dalam rangka HUT Kemerdekaan Indonesia ke 71

Perkemahan Tamu Ambalan 2016

Perkemahan Tamu Ambalan 2016

Presiden Jokowi Groundbreaking Tol Pemalang-Batang-Semarang

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jalan tol ruas Pemalang-Batang dan Batang-Semarang di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, Jawa Tengah, Jumat, 17 Juni 2016.

Dalam acara groundbreaking Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Sumarno, Kepala BPJT Heri T Zuna, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo.

Presiden Jokowi mengatakan, proyek ini seharusnya sudah dimulai 20 tahun yang lalu, tapi tidak bisa diteruskan karena ada masalah pembebasan lahan. “Di Indonesia ini kalau pembangunan, entah itu membangun jalan, pelabuhan, dan bandar udara selalu masalahnya adalah pembebasan lahan,” kata Jokowi dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 17 Juni 2016.

Pembebasan lahan akhirnya bisa dilakukan setelah Jokowi meminta perusahaan atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar mengajak masyarakat berbicara baik-baik dalam pembebasan lahan. “Karena pembangunan itu bukan untuk presiden, bukan untuk menteri, bukan untuk gubernur akan tetapi untuk jutaan orang,” katanya menjelaskan.

Panjang ruas tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang masing-masing adalah 39,2 kilometer dan 75 kilometer dan konstruksi keduanya ditargetkan rampung dalam dua tahun kedepan. Total investasi untuk kedua ruas tol tersebut mencapai Rp 15,85 triliun.

Joko Widodo menuturkan, ia yakin keberadaan dua jalan tol tersebut mampu memberikan andil yang cukup signifikan dalam melayani pergerakan manusia, barang dan jasa khususnya di jalur Pantai Utara Jawa Tengah.

Sementara itu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, progres pengadaan tanah pada jalan tol Pemalang-Batang saat ini mencapai 12 persen dan jalan tol Batang-Semarang mencapai 20 persen. Agar keduanya dapat diselesaikan pada 2018, maka pelaksanaan konstruksinya dilakukan paralel dengan pengadaan tanah.

Basuki menambahkan, jalan tol Batang-Semarang merupakan proyek jalan tol pertama yang menggunakan mekanisme penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII/IIGF) termasuk penjaminan untuk dana talangan dalam rangka pengadaan tanah jalan tol. “Fasilitas tersebut diharapkan akan menurunkan resiko investasi, meningkatkan bankability proyek sehingga meningkatkan minat sektor swasta dan perbankan untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Jalan tol Pemalang – Batang dan Batang-Semarang merupakan bagian jaringan jalan tol Trans Jawa yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur nasional. Pengerjaan ruas Pemalang-Batang dilaksanakan oleh PT Pemalang-Batang Tol Road yang pemegang sahamnya terdiri dari PT Waskita Toll Road (60 persen) dan PT Sumber Mitra Jaya (40 persen) dengan keseluruhan biaya investasi sebesar Rp 4,8 triliun dan masa konsesi 45 tahun terhitung sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Konstruksi (SPMK).

Sementara pengerjaan jalan tol Batang-Semarang dilakukan oleh PT Jasamarga Semarang-Batang dengan komposisi pemegang sahamnya adalah PT Jasa Marga (60 persen) dan PT Waskita Toll Road (40 persen) dengan keseluruhan biaya investasi sebesar Rp 11,05 triliun serta masa konsesi selama 45 tahun sejak penerbitan SPMK.

INGE KLARA SAFITRI

Surat Pamitan Pak Anies Baswedan yang Membuat Haru Para Netizen

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anies Baswedan resmi diganti oleh Muhadjir mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Di acara perpisahan, Anies menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah bekerja selama 20 bulan di Kemendikbud.

Selain ucapan terima kasih, Anies juga berpamitan kepada guru, tenaga pengajar dan kepala sekolah di seluruh Indonesia.

“Guru saya pamit, kepada tenaga pendidikan, kepada kepala sekolah saya pamit” kata Anies.

Anies juga menyampaikan ucapan pamitnya disampaikan kepada guru, tenaga pengajar dan kepala sekolah lantarai dirinya sering berkomunikasi langsung. “Karena selama ini pun saya sering berkomunikasi langsung dengan mereka, jadi saya pamit,” kata Anies.

Mantan rektor Universitas Paramadina ini juga menyampaikan ucapan terima kasih sebuah surat yang diedarkan kepada guru, kepala sekolah dan tenaga pengajar terkait dirinya yang sudah digantikan dan tidak menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Surat yang dibuat Anies tersebut berisi :

Kepada Yth. Ibu/Bapak Guru. Kepala Sekolah. dan Tenaga Kependidikan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selama 20 bulan ini saya mendapatkan kehormatan menjalankan sebuah amanah konstitusi dan amanah dari Allah SWT untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa lewat jalur pemerintahan.

Hari ini saya mengakhiri masa tugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tugas ini telah dicukupkan. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi pada Presiden Jokowi yang telah memberikan kehormatan ini.

Tugas besar ini mendasar karena pendidikan dan kebudayaan menyangkut masa depan kita. masa depan bangsa tercinta.

Sejak bertugas di Kemendikbud. Saya meneruskan kebiasaan berkeliling ke penjuru Indonesia ke sudut-sudut Nusantara berbincang langsung dengan ribuan guru dan tenaga kependidikan.

Saya menemukan mutiara-mutiara berkilauan di sudut-sudut tersulit Republik ini. Dinding kelas bisa reyot dan rapuh, tapi semangat guru, siswa dan orangtua tegak kokoh. Dalam berbagai kesederhanaan fasilitas sebuah PR besar Pemerintah.

Saya melihat gelora keceriaan belajar yang luar biasa.

bu dan Bapak yang amat saya hormati. kami sebangsa menitipkan persiapan masa depan Republik ini di sekolah tampak hadir bukan saja wajah anak-anak tapi juga wajah masa depan Indonesia. Teruslah songsong anak-anak itu dengan hati dan sepenuh hati.

Ijinkan mereka menyambut dengan hati pula. Jadikan pagi belajar pagi yang cerah. Sesungguhnya bukan matahari yang menjadikan cerah. tapi mata-hati tiap anak tiap guru yang menjadikannya cerah.

Di hari terakhir saya bertugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ijinkan saya menyampaikan harapan kepada Ibu dan Bapak semua harapan agar perubahan dalam pendidikan terus menuju ke arah yang lebih baik.

Mari kita teguhkan komitmen untuk menjadikan sekolah sebagai taman yang penuh tantangan dan menyenangkan bagi semua warga sekolah.

Mari kita pastikan bahwa sekolah menjadi tempat di mana anak-anak kita tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya.

Memenuhi potensi unik dirinya dan kita jadikan sekolah sebagai sumur amal yang darinya akan mengalir pahala tanpa henti bagi lbu dan Bapak semua.

Ibu dan Bapak teruslah bergandengan erat dengan orangtua. bersama-sama menuntun anak-anak meraih masa depannya menjawab tantangan jamannya. melamani cita-citanya.

Saya titipkan kepada Ibu dan Bapak Guru berbagai perubahan yang telah kita mulai bersama. baik dalam bentuk peraturan-peraturan baru yang mendorong ekosistem sekolah menyenangkan dan bebas dari kekerasan maupun melalui pembiasaan dan praktik baik di sekolah.

Ibu dan Bapak yang saya banggakan. Menteri boleh berganti. tapi ikhtiar kita semua dalam mendidik anak-anak bangsa tak boleh terhenti masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah yang harus ditunaikan bagi guru dan tenaga pendidikan. saya percaya itu semua akan dituntaskan.

Mari kita lanjutkan perjuangan dan dukungan pada komitmen pemerintah dalam membangun sekolah menyenangkan serta jaga stamina raga, rasa dari cipta Ibu dan Bapak semua.

Ijinkan saya pamit sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. teriring rasa terima kasih juga permohonan maaf tak hingga atas segala khilaf yang ada.

Salam hormat saya untuk Ibu dan Bapak semua dan kita teruskan ikhitiar mencerdaskan kehidupan bangsa ini.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(tribunnews/adiyuda)

Di Finlandia Waktu Belajar Hanya 3 Jam, Terbaik di Dunia

TRIBUNNEWS.COM – Wacana ‘Full Day School’ yang dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kembali memunculkan pertanyaan: berapa waktu ideal yang dibutuhkan seorang anak di sekolah?

Untuk menjawab ini, ada baiknya kita berkaca pada sistem pendidikan di Finlandia.

Di era 1960-an, pendidikan di Finlandia mengalami titik nadir, bahkan sempat kalah dari Amerika Serikat.

Tapi seiring berjalannya waktu, sistem pendidikan di negara tersebut terus membaik, membaik, dan membaik. Hingga pada era 2000-an, Finlandia disebut sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Jauh di atas Amerika—apalagi Indonesia.

Terkait hal ini, satiris dan aktivis anti-perang Amerika Serikat Michael Moore tertarik mencari jawabannya. Satu pertanyaan yang ia lontarkan waktu itu: “Apa yang telah mereka lakukan?”

Moore tahu ke mana harus mencari jawabannya. Benar, Menteri Pendidikan setempat.

Dan Anda tahu, apa jawaban Ibu Menteri Krista Kiuru terkait pertanyaan Moore tadi? “Mereka tidak pernah diberi PR!”. Ibu Menteri kemudian melanjutkan, “Mereka harus menjadi anak-anak, menjadi remaja, untuk menikmati hidup.”

Setelah dari Menteri Pendidikan, Moore melanjutkan petualangannya ke sekolah-sekolah. Kepada salah seorang guru ia bertanya, berapa lama anak-anak menghabiskan waktunya mereka di sekolah? “Tiga jam sehari, 20 jam dalam seminggu,” jawab guru tersebut.

Dan tiga jam itu tidak diseluruhnya di dalam kelas, justru kegiatan di luar kelas yang diperbanya. “Jika hanya PR, PR, dan PR, tidak ada waktu untuk belajar, dan itu tidak berguna untuk jangka panjang,” ujar Leena Liusvaara, salah seorang kepala sekolah di Finlandia.

Benar, murid-murid di Finlandia memiliki masa pendidikan yang paling pendek dibanding negara-negara lain. Meski demikian, mereka lebih berprestasi dibanding murid-murid di belahan dunia lainnya.

“Kami mengajari mereka untuk bahagia, untuk menghargai orang lain dan dirinya sendiri,” ujar seorang guru matematika di negara yang terletak di wilayah Eropa Utara itu.